Sukses Bersama Kami

Sunday, March 6, 2016

Pandangan Islam Mengenai Perayaan Hari Kelahiran ( Ulang Tahun )

Pandangan Islam Mengenai Perayaan Hari Kelahiran ( Ulang Tahun ) - Hallo Kawan Solusi Sukses Anda,Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Pandangan Islam Mengenai Perayaan Hari Kelahiran ( Ulang Tahun ), kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Article Motivasi, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Title : Pandangan Islam Mengenai Perayaan Hari Kelahiran ( Ulang Tahun )
link : Pandangan Islam Mengenai Perayaan Hari Kelahiran ( Ulang Tahun )

Baca juga


Pandangan Islam Mengenai Perayaan Hari Kelahiran ( Ulang Tahun )


Ternyata tradisi perayaan ulang tahun memang sudah ada di Eropa sejak berabad-abad silam. Orang-orang dizaman dahulu itu percaya, jika seseorang berulang tahun, maka setan-setan, jin-jin berduyun-duyun mendatanginya. Nah, untuk melindunginya dari gangguan dari para mahkluk jahat tersebut, keluarga dan kerabat pun diundang untuk menemani, sekaligus membacakan doa dan puji-pujian bagi yang berulang tahun. Pemberian kado juga dipercaya akan menciptakan suasana senang, gembira yang akan membuat para jin dan setan berfikir ulang ketika hendak mendatangi orang yang sedang berulang tahun. Hal ini memang warisan zaman kegelapan Eropa.

Awalnya perasaan ulang tahun hanya diperuntukkan bagi para raja. Mungkin, karena itulah sampai sekarang di negara-negara barat masih ada tradisi mengenakan mahkota dari kertas untuk orang yang sedang berulang tahun. Dengan seiring perubahan zaman, perayaan ulang tahun juga dirayakan bagi orang biasa. Bahkan kini siapa saja bisa merayakan ulang tahun. Utamanya bagi yang punya duit.

Jadi bisa disimpulkan, Tardisi ulang tahun sama sekali tidak memiliki akar sejarang dalam Islam. Islam tidak pernah mengajarkan untuk merayakan ulang tahun. Kalaupun kemudian ada orang berpendapat bahwa diperingatinya Maulid Nabi, hal itu menjadi dalil kalau perayaan ulang tahun juga boleh di pandangan Islam. Maka ini adalah pendapat yang tidak tepat. Rasulullah SAW sendiri tidak pernah mengajarkan kepada kita melalui hadisnya untuk merayakan Maulid Nabi.

Maulid Nabi itu bukan untuk diperingati, tapi tadzkirah, alias peringatan. Maksdunya? Jika kita baca buku tarikh islam, didalamnya terdapat catatan bahwa Sultan Shalahuddin al-Ayubi amat prihatin dengan kondisi umat islam pada saat itu. Dimana bumi palestina dirampas oleh pasukan salib eropa. Menyadari bahwa umat islam lemah dan tidak berani melawan kekuatan pasukan salib eropa yang berhasil menguasai Palestina, lebih karena mereka terkena penyakit cinta dunia dan takut mati atau wahn. Mereka bisa seperti itu karena mengabaikan salah satu ajaran islam, yakni Jihad. Bahkan ada diantara mereka yang tidak tahu menahu dengan perjuangan Rasulullah SAW dengan para sahabatnya.

Untuk menyadarkan kaum muslimin tentang pentingnya perjuangan, Sultan Shalahuddin menggagas ide tersebut, yakni Tadzkirah terhadap Nabi yang kemudian dikenal entah siapa yang memulainya sebagai Maulid Nabi. Tujuan intinya ialah mengenalkan kembali perjuangan Rasulullah dalam mengembangkan Islam ke seluruh pelosok dunia. Singkat cerita, kaum islam saat itu sadar dengan kelemahannya dan mencoba bangkit. Dengan demikian, muncullah semangat jihad yang berapi-api dalam jiwa dari para kaum muslim. Dan bumi palestina pun kembali ke pangkuan Islam, tentu setelah mereka mempecundangi pasukan salib eropa. Jadi Maulid Nabi bukan dalil membolehkan perayaan ulang tahun.

Kembali pada pokok pembicaraan, Perayaan ulang tahun bukanlah warisan Islam, tetapi warisan asing alias ajaran diluar Islam. Lalu bagaimana jika kita melakukannya? Dosakah? Karena itu tadisi dari orang-orang eropa yang pada saat itu berkembang ajaran Kristen, maka perayaan ulang tahun merupakan tradisi kaum non-muslim. Jika kita melakukannya, maka termasuk Dosa.

Rasulullah SAW bersabda.: “Kamu telah mengikuti sunnah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk ke dalam lubang biawak, kamu tetap mengikuti mereka. Kami bertanya : Wahai Rasulullah, apakah yang engkau maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Baginda bersabda: Kalau bukan mereka, siapa lagi?” (HR. Bukhari Muslim).

Dari sini sudah jelas bahwa pandangan Islam mengenai perayaan ulang tahun adalah Haram.

Mungkin ada pertanyaan seperti ini, “Bolehkah merayakan ulang tahun dalam arti berdoa atau mendoakan agar yang berulang tahun selamat, sehat, takwa, panjang umur, dan seterusnya. Semua itu dilakukan dengan cara dan isi doa yang syar’i, tanpa upacara tiup lilin dan sebagainya seperti cara Barat, lalu dilanjutkan acara makan-makan. Bolehkah?”

Jawabannya, berdoa dan makan-makan adalah Halal. Namun bila dilakukan pada hari seseorang berulang tahun, maka akan terkena hukum haram bertasyabbuh bill kuffar. Jadi disini akan bertemu hukum haram dan halal. Dalam kondisi seperti ini hukum halal pasti akan kalah dengan hukum haram.

Dengan demikian, jika merayakan ultah diartikan sebagai “berdoa dan makan-makan”, dan dilaksanakan pada hari ultah, hukumnya haram, sesuai kaidah syar’i di atas. Akan tetapi jika dilaksanakan bukan pada hari ultah, maka hukumnya –wallahu a’lam bi ash shawab– menurut pemahaman kami adalah mubah secara syar’i. Sebab hal itu tidak termasuk tasyabbuh bil kuffar karena yang dilakukan pada faktanya adalah “berdoa plus makan-makan”, yang mana keduanya adalah boleh secara syar’i. Lagi pula hal itu dilakukan tidak pada hari ultah sehingga di sini tidak terjadi pertemuan halal dan haram sebagaimana kalau acara tersebut dilaksanakan pada hari ultah. Wallahu a’lam.



Demikianlah Artikel Pandangan Islam Mengenai Perayaan Hari Kelahiran ( Ulang Tahun )

Sekianlah artikel Pandangan Islam Mengenai Perayaan Hari Kelahiran ( Ulang Tahun ) kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Pandangan Islam Mengenai Perayaan Hari Kelahiran ( Ulang Tahun ) dengan alamat link https://solusisuksespemula.blogspot.com/2016/03/pandangan-islam-mengenai-perayaan-hari.html
loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pandangan Islam Mengenai Perayaan Hari Kelahiran ( Ulang Tahun )

0 comments:

Post a Comment