Sukses Bersama Kami

Saturday, February 25, 2017

BUKA SEHARIAN, Inilah Berbagai Sajian RPTRA KALIJODO Yang Bakal Bikin Anda Balik Lagi

BUKA SEHARIAN, Inilah Berbagai Sajian RPTRA KALIJODO Yang Bakal Bikin Anda Balik Lagi - Hallo Kawan Solusi Sukses Anda,Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul BUKA SEHARIAN, Inilah Berbagai Sajian RPTRA KALIJODO Yang Bakal Bikin Anda Balik Lagi, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Article Beritanya, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Title : BUKA SEHARIAN, Inilah Berbagai Sajian RPTRA KALIJODO Yang Bakal Bikin Anda Balik Lagi
link : BUKA SEHARIAN, Inilah Berbagai Sajian RPTRA KALIJODO Yang Bakal Bikin Anda Balik Lagi

Baca juga


BUKA SEHARIAN, Inilah Berbagai Sajian RPTRA KALIJODO Yang Bakal Bikin Anda Balik Lagi

🙏 RUMAHINJECT 🙏

Wajah baru kalijodo yang dulunya merupakan tempat mesum, tampaknya telah dirubah menjadi sangat keren sekali, dari pantauan CNN yang mencoba seharian menghabiskan waktu di RPTRA Kalijodo ini didapatkan berbagai sajian dan wahana bermain yang mantab dan tidak kalah dengan wahana kelas dunia.. ini dia hasil karya bapak Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang tak terelakan.

Pekerja seks komersial (PSK) dan perjudian, adalah beberapa kata pertama yang terlintas ketika mendengar nama Kalijodo. Sejak 1970-an, kawasan di Jakarta Utara ini memang identik dengan kegiatan kriminalitas yang membuatnya terkesan kumuh.

Area yang juga berada di bantaran timur Banjir Kanal ini memiliki sejarah panjang. Sastrawan senior, Remy Sylado, menyebut kalau tempat ini pernah menjadi pusat perekonomian Jakarta pada zaman penjajahan Belanda.


Ketika itu, kawasan ini didominasi oleh etnis Tionghoa, yang melarikan diri dari Manchuria, sebuah wilayah di China, karena serbuan Jepang.

Dalam pelariannya, banyak dari pria yang tidak membawa serta pasangannya, sehingga mereka segera mencari pengganti sesampainya di Batavia.

Bantara kali menjadi lokasi ajang pencarian pasangan antara penduduk etnis Tionghoa dan perempuan lokal, yang mulai mengenal profesi sebagai gundik atau ca bau. Kali Jodoh, adalah nama asli dari nama Kalijodo yang populer hingga saat ini.

Berbeda dengan pelacur, ca bau ialah wanita yang mendapat penghasilan dengan menjadi penghibur, entah menari atau menyanyi.

Remy menuangkan kisah tersebut dalam novel ‘Ca Bau Kan’ yang bukunya diterbitkan pada 2001 dan film layar lebarnya dirilis pada 2002.

Seiiring berkembangnya waktu, makna profesi ca bau semakin meleset dan malah memiliki arti pelacur. Kawasan Kalijodo pun berubah menjadi kumuh dengan banyaknya pelacur untuk kalangan kelas bawah di sana.

Dari pemerintah pusat sampai pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta sudah lama ingin menertibkan area ini sampai akhirnya keberanian itu dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 29 Februari 2016.

Sebanyak 5 ribu personel Polri, 2.500 personel Satpol PP dan 400 personel TNI ikut turun tangan dalam penertiban yang akhirnya berlangsung lancar.

Usai diratakan, Ahok lalu memiliki rencana untuk membuat Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTA) di Kalijodo. Dengan restu dari berbagai pihak, sebulan kemudian, pembangunannya dimulai.

Saat ini, wajah Kalijodo tidak lagi muram. Selalu ada senyum keceriaan di sana. Pada Jumat (24/2), CNNIndonesia.com berkesempatan untuk berkunjung ke sana. Berikut ini ialah pengalaman singkat selama berwisata seharian di Kalijodo:

11.30 - Perjalanan Bersama Bus Wisata Gratis


Area RTH dan RPTRA Kalijodo, atau yang populer disebut Taman Kalijodo, sebagian terletak di Jalan Kepanduan, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Timur dan di Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Tidak sulit untuk menjangkau tempat ini, apalagi setelah banyaknya pilihan transportasi berbasis aplikasi. Tapi, jika perjalanan ingin menjadi lebih istimewa, pengunjung dapat menumpang bus Transjakarta (turun di Halte Jembatan Dua), Kereta Api Listik (turun di stasiun Grogol), Kopaja, Metromini atau Bus Wisata atau Jakarta Explorer.



CNNIndonesia.com memilih untuk menjajal Jakarta Explorer yang disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta demi kenyamanan wisatawan yang berkunjung.

Jakarta Explorer beroperasi setiap hari, Senin-Jumat (11.00-19.00 WIB), Sabtu (09.00-23.00 WIB) dan Minggu (12.00-19.00 WIB). Ada empat rute yang disediakan; Sejarah Jakarta, Jakarta Baru, Kesenian dan Kuliner, serta Pencakar Langit Jakarta. Rute dan halte pemberhentiannya bisa diketahui dari situs www.transjakarta.co.id.

CNNIndonesia.com memilih rute Jakarta Baru untuk sampai ke Kalijodo dan naik dari halte Transjakarta Balai Kota. Bus ini tidak menarik biaya, penumpang hanya akan diberi tiket oleh petugas dan langsung bisa duduk atau berdiri dengan nyaman.

Jakarta Explorer melaju dengan kecepatan sedang. Dari Halte Balai Kota, bus ini hanya berhenti di dua halte, yaitu Halte Sarinah dan Halte Tosari.

Petugas mengatakan kalau perjalanan akan memakan waktu paling lama 1,5 jam jika kemacetan terjadi, terutama saat masuk ke Tol Semanggi.

Setelah keluar Tol Pluit-Tomang, Taman Kalijodo mulai nampak. Jakarta Explorer pun berhenti tepat di depan taman.

13.00 - Lapar? Tidak Harus Menunggu Hingga Sore


Memasuki kawasan taman, pengunjung disambut dengan pemandangan tempat bermain anak dan lapangan futsal. Cuaca panas saat itu rupanya tidak menghalangi keceriaan anak-anak bermain di papan luncur, papan jungkat jungkit dan ayunan.

Sebelum ada Taman Kalijodo, mereka mengaku biasa bermain di lahan sebuah gedung kosong yang berada di seberang Kali Angke.

Walau ditujukan bagi anak-anak, pengunjung dewasa juga diperbolehkan masuk perpustakaan, setelah sebelumnya mengisi buku tamu.
Tepat waktu makan siang, perut mulai keroncongan. Anak-anak yang bermain mengatakan kalau penjaja makanan baru ramai menjelang sore hari. Kalau pun ada hanya berupa warteg yang letaknya berada lumayan jauh di luar taman.

CNNIndonesia.com pun mencoba menyusuri Jalan Kepanduan yang terletak di tepi Banjir Kanal Barat. Banyak pedagang kaki lima sudah berjajar di sepanjang jalan. Kebanyakan dari mereka berjualan minuman dan makanan ringan. Sedangkan hanya ada tiga pilihan untuk makan siang; nasi rames dengan berbagai pilihan masakan betawi, bubur ayam dan mi ayam.

Pilihan jatuh pada nasi rames. Menu nasi dengan orek teri kacang, orek kentang dan sayur asem serta teh manis dihargai Rp14 ribu dan berhasil menenangkan perut lapar. Puas makan, jelajah taman dilanjutkan.

14.00 - Menenggelamkan Diri bersama Buku dan Permainan Anak


Belum banyak pohon rindang yang menjaga pengunjung Taman Kalijodo dari sengatan matahari. Cuaca panas membuat suasana sekitar taman lengang.

Pengunjung yang ingin berteduh sejenak bisa mengunjungi Perpustakaan Umum RPTRA Kalijodo. Perpustakaan ini terletak di utara lapangan futsal, berjajar dengan ruang laktasi (ruang untuk ibu yang menyusui anaknya).

Di seberang perpusatakaan terdapat toilet. Secara keseluruhan, Taman Kalijodo memiliki dua titik lokasi toilet; dekat perpustakaan dan dekat skate park.

15.00 - Menjajal Area Skate Park dan Sepeda BMX


Jelajah taman tidak berhenti sampai di perpustakaan. Area taman yang terbagi utara dan barat dibelah oleh tembok setinggi 24 meter.

Di sisi utara tembok, terdapat area tempat duduk, skate park, BMX, lintasan sepeda dan lari.
[ads-post]
Sebelum menjajal area-area tersebut, ada baiknya menikmati beragam coretan mural di dindingnya. Lokasi ini menjadi tempat favorit pengunjung untuk berfoto.

Menyusuri taman membuah dahaga muncul. Tapi jangan khawatir, karena ada beberapa unit mesin yang menjual minuman ringan dengan harga mulai dari Rp5.000 sampai Rp7.000.


Para pemain skateboard dan BMX mulai bermunculan.

“Jarang ada track seperti ini di Jakarta,” ujar Naila Ayasha, seraya tersenyum selepas menjajal BMX-nya.

Ayasha yang sedang mempersiapkan diri mengikuti kompetisi di Malaysia bulan depan mengatakan dirinya biasa berlatih di kawasan Bandara Halim Perdana Kusuma, tepatnya di area milik Satuan Pemeliharaan Landasan TNI AU.

Di sana, ia berkata, lintasan BMX bertipe cross, sedangkan di Kalijodo bertipe flat land. Ia pun berharap area BMX bisa ditambah, karena peminat BMX mulai banyak bermunculan.

Hal senada juga dikatakan oleh Muhammad Abiza, pemain skateboard.

“Lokasinya bagus dan luas, jadi lebih nyaman untuk bermain,” ujarnya.

Jika dibanding dengan skate park Cikokol, Abiza berkata skate park Taman Kalijodo luasnya dua kali lebih besar.

Di taman ini, fasilitas skate park-nya berupa box (berbentuk mirip bangku), stair (tangga), rail (pipa besi panjang), quarter (lintasan menurun dengan bentuk cekung) dan banks (lintasan menurun lurus) juga lebih banyak.

“Karena sudah ada fasilitas ini, jadi jangan hanya menonton. Lebih baik ikutan mencoba bermain skateboard,” katanya.

17.00 - Dari Muda Hingga Tua, Semua Tumpah Ruah


Semakin sore, suasana taman semakin ramai oleh pengunjung lintas generasi, mulai dari anak-anak sampai orang lanjut usia. Mereka memiliki cara sendiri untuk menikmati berakhirnya hari.

Salah satunya dilakukan oleh keluarga Tekik, atau akrab disapa Opa Tekik. Ia bersama sang istri, Tan Pang Yo atau Oma Pang, anak serta cucu mereka menghabiskan waktu untuk bersantai di taman.

Dahulu, cerita Mince dan Opa Tekik, tahun 1940-an di kawasan Kalijodo banyak muda mudi bersaut-sautan pantun untuk mencari pasangan. Pantun yang bersambut pantun lain menandakan mereka akan jadi pasangan.

"Ke sini biar awet muda," canda Oma Pang.

Mince, pengasuh cucu Oma Pang, menuturkan dulu tempat ini sangat menyeramkan, karena kabarnya sering terjadi tindak kriminalitas, mulai dari penodongan sampai pembunuhan. Kini, ia senang karena suasananya jauh lebih aman.

“Sebagai rakyat kecil, senang rasanya punya tempat bersantai murah meriah seperti taman ini,” tuturnya.

18.00 - Tak Ada Sepeda, Kuda pun Jadi


Taman semakin semarak dengan mereka yang membuka usaha penyewaan mainan anak. Mulai dari skuter mini, motor dan mobil mini, dan becak mini. Semua yang serba mini ini tentu saja ditujukan untuk anak-anak, walau ada beberapa orang tua yang terpaksa naik becak mini dengan anak mereka sebagai penumpangnya.

Rafi, salah satu pemilik penyewaan mainan, mengatakan tarif setiap mainan berbeda. Skuter mini dan becak mini dihargai Rp15 ribu per 15 menit. Sedangkan, motor mini Rp20 ribu per 20 menit.

Sebenarnya, ia menyewakan sepeda tandem, tetapi sayangnya sepeda rusak. Tak ada sepeda, kuda pun jadi.

CNNIndonesia.com mencoba menyewa kuda. Untuk orang dewasa, sang pemilik, Junedi, mematok harga Rp15 ribu, sedangkan anak-anak Rp10 ribu. Pengunjung dapat merasakan sensasi naik kuda seperti di Eropa walau bersuhu udara Jakarta.

Yopi, pemilik penyewaan mobil mini, mengatakan para pemilik penyewaan mainan mulai beroperasi mulai pukul 15.00 sampai 21.00 WIB.

"Di sini paling rame, daripada di Taman Kota Waduk Pluit dan Taman Palem (Cengkareng)," ujarnya.


20.00 - Wisata Kuliner Sepanjang Kali Banjir Kanal Barat


Puas berkeliling, berinterkasi dengan pengunjung, saatnya menelusuri kuliner sepanjang Kali Banjir Kanal Barat. Walau masih di tengah minggu, pengunjung semakin ramai berdatangan.

Bagi yang mengunjungi area ini diharapkan berhati-hati dengan kendaraan yang melinta. Salah satu pengunjung, Arga Sumantri dari Tangerang, mengatakan area parkir dan pedagang kaki lima ini merupakan jalan alternatif dua arah dari Tambora ke Teluk Gong dan sebaliknya.

Para pedagang kaki lima yang semakin banyak bermunculan, menjajakan dagangannya berhadapan dengan area parkir kendaraan. Mereka sebenarnya menempati area parkir mobil.

"Kesannya masih semrawut, sehingga perlu ditata lagi, minimal ditambah satu lahan parkir," katanya.

Pilihan kuliner di sini juga semkain beragam, seperti aneka gorengan, batagor, mie ayam, bakso, ketoprak, tekwan, sampai tahu bulat. Sayangnya, penerangan yang terbatas terkadang membuat pengunjung hampir salah menyuap makanan ke dalam mulut.

Sebenarnya, pengunjung tidak diperbolehkan menginjak lahan rumput yang berada di sekitarnya demi menjaga keindahan dan kebersihan. Tetapi mungkin menurut mereka peraturan dibuat untuk dilanggar.

Setelah malam semakin larut, pengunjung dan pedagang lalu bersiap pulang.

Taman Kalijodo sendiri tidak memiliki jam operasional, karena tetap buka selama 24 jam. Meski bisa didatangi setiap hari, namun pengunjung yang kebanyakan penduduk setempat mengaku tidak pernah bosan merasakan suasananya.[CNN]

Nb : Untuk Lebih lengkap mengenai foto foto situasi silahkan ke laman sumber diatas, yang jelas kalijodo benar benar membuktikan bahwa pak Ahok sungguh sungguh bekerja dengan baik !! - Mantab, semoga RPTRA RPTRA lain dapat dibangun dengan cepat seperti ini



Demikianlah Artikel BUKA SEHARIAN, Inilah Berbagai Sajian RPTRA KALIJODO Yang Bakal Bikin Anda Balik Lagi

Sekianlah artikel BUKA SEHARIAN, Inilah Berbagai Sajian RPTRA KALIJODO Yang Bakal Bikin Anda Balik Lagi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel BUKA SEHARIAN, Inilah Berbagai Sajian RPTRA KALIJODO Yang Bakal Bikin Anda Balik Lagi dengan alamat link https://solusisuksespemula.blogspot.com/2017/02/buka-seharian-inilah-berbagai-sajian.html
loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : BUKA SEHARIAN, Inilah Berbagai Sajian RPTRA KALIJODO Yang Bakal Bikin Anda Balik Lagi

0 comments:

Post a Comment