Sukses Bersama Kami

Friday, February 24, 2017

ALASAN LENGKAP MENGAPA AHOK HARUS MENANG !!! - BAGIKAN

ALASAN LENGKAP MENGAPA AHOK HARUS MENANG !!! - BAGIKAN - Hallo Kawan Solusi Sukses Anda,Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul ALASAN LENGKAP MENGAPA AHOK HARUS MENANG !!! - BAGIKAN , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Article Beritanya, Article Politik, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Title : ALASAN LENGKAP MENGAPA AHOK HARUS MENANG !!! - BAGIKAN
link : ALASAN LENGKAP MENGAPA AHOK HARUS MENANG !!! - BAGIKAN

Baca juga


ALASAN LENGKAP MENGAPA AHOK HARUS MENANG !!! - BAGIKAN

🙏 RUMAHINJECT 🙏

Sebuah postingan menarik dan tambah menguatkan pernyataan blog ini yang mana menyebutkan Bahwa Ahok-Djarot Kalah Bhineka Tunggal Ika Juga kalah Bahkan hanya dengan isu Sara yang ada di Indonesia Sendiri, tanpa intervensi asing - runtuh dari dalam negeri sendiri, tapi hal ini lebih lengkap lagi dan sebagian himbauan kepada seluruh warga dan masyarakat Indonesia, Bahwa PILGUB DKI kali ini sungguh sungguh sangat berbahaya, - Simak dan catat baik baik ini




Setidaknya ada 3 (tiga) alasan dasar kenapa Ahok-Djarot harus menang?, berikut adalah alasnnya :

Pertama, Tentang Kebhinekaan Bangsa


Pilkada tahun ini di DKI bukan hanya pertarungan antara dua figur paslon dalam memperebutkan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta periode 2017-2022 tetapi lebih dari itu, yakni tentang Kebhinekaan, pluralisme dan persamaan hak antar warga negara Indonesia yang memiliki hak memilih dan hak untuk dipilih, lalu hubungannya apa? Oke saya jelaskan, kubu sebelah acapkali menggunakan unsur SARA dalam setiap kampanye atau statemen-nya diberbagai media, dengan demikian, itu menjelaskan bahwa Kebhinekaan kita sebagai bangsa Indonesia tengah diserang dan terancam oleh sekelompok orang yang siap mengorbankan perbedaan bangsa demi kekuasaan semata.

Eksklusivitas suku dan agama tertentu di republik tercinta tentu sangat berbahaya, kalau boleh penulis analogikan ini sama seperti Afrika Selatan yang dahulu kala menerapkan Apartheid atau Jerman dibawah Adolf Hitler yang rasis dengan ideologi fasis-nya melalui partai Nazi, dan ini tidak boleh terjadi di Indonesia. Lalu apakah Ahok-Djarot adalah representasi dari Kebhinekaan?, suka atau tidak suka jawabannya YA, karena sekali lagi kubu sebelah melalui ormas keagamaan yang intorelan dan cenderung tak suka dengan perbedaan menunjukan ketidaksukaan yang luar biasa terhadap perbedaan kebhinekaan, mereka dengan terang-terangan menggagas ide-ide intoleran yang konyol, sebut saja bagaimana salah satu Parpol pendukung paslon nomor urut 1 menyatakan ide ke publik bahwa Undang-undang harus direvisi agar yang berhak mencalonkan diri menjadi pemimpin adalah warga asli (pribumi) Indonesia, ini konyol luar biasa, hanya karena Ahok berasal dari etnis minoritas Tionghoa sehingga mereka melontarkan ide seperti itu, mereka lupa bahwa warga keturunan juga banyak yang sudah membuktikan sumbangsihnya untuk Indonesia tercinta, misalnya saja lewat Bulutangkis mampu mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh warga keturunan semisal Susi Susanti.

Keragaman yang sudah tercipta ini jangan sampai hancur luluh lantah oleh kelompok rasialis yang sekarang bergabung mendukung kelompok sebelah. Ketidaksukaan terhada Ahok-Djarot, bukan karena kinerjanya tetapi lebih karena suku dan agamanya dan ini tidak boleh terjadi apalagi paslon yang mereka usung atau dukung mampu memenangi kontestasi pilkada kali ini, apabila itu terjadi maka harapan negara untuk tetap ber-Bhineka dan ber-Pancasila akan semakin terancam. Jadi ini bukan hanya tentang Ahok-Djarot tapi juga tentang Bhinneka dan Pancasila.

Kedua, Edukasi Transparansi Pengelolaan Anggaran



Diakui atau tidak transparansi anggaran hanya ada dan terjadi di era Jokowi sebagai presiden lalu Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta baik itu melalui sistem e-budgeting atau instrument yang lainnya. Sistem pengelolaan anggaran yang transparan seperti ini akan meningkatkan partisipasi warga negara dalam mengawasi sistem keuangan, contoh kasus adalah oknum anggota dewan yang berkantor di Kebon Sirih sekarang sangat risih karena ruang gerak mereka dibatasi untuk “kongkalikong” menghabiskan anggaran Pemprov DKI harus gigit jari setelah adanya transparansi, disinilah poin pentingnya Basuki untuk menang kembali.

Apabila Ahok-Djarot menang kembali, maka menurut penulis akan banyak kepala daerah lain di Indonesia yang bukan tidak mungkin ikut “mencontek” transparansi pengelolaan keuangan ini yang berujung pada keberpihakan penyelenggara negara kepada rakyat, dengan demikian rakyat Indonesia bisa cepat sejahtera dan Indonesia raya kembali menggema dihati masing-masing warga negara.

Ketiga, Terkait Dengan Pilpres 2019


Kalau ada yang berpikir korelasi antara Pilkada DKI dengan Pilpres 2019 kejauhan menurut penulis tidak, kenapa demikian nanti penulis paparkan. Sudah bukan rahasia umum bahwa menjadi Gubernur DKI Jakarta adalah loncatan terbaik untuk menjadi RI 1, maka dalam kontestasi demokrasi pilkada kali Ahok-Djarot harus menang kembali, bagaimana pun Jakarta adalah miniatur state Indonesia dan hampir warga di republik ini selalu mengasosiakan Ahok adalah Jokowi dan Jokowi adalah Ahok, karena kedua tokoh ini adalah pasangan yang dulu berjuang bersama-sama dalam memimpin Jakarta sebelum pak Jokowi “naek pangkat” ke RI 1. Chemistry antara Jokowi dan Ahok tak dapat diragukan lagi, loyalitas Ahok terhadap pak Jokowi pun tak perlu ditanyakan kembali begitupun sebaliknya.

Apabila ternyata hasil Pilkada DKI yang menang adalah Anies-Sandi, maka sulit buat Jokowi untuk bisa memimpin negeri ini 5 tahun yang akan datang kembali, kita tahu bersama bahwa Anies-Sandi adalah afialiasi Prabowo Subianto yang hampir dapat dipastikan kembali bertarung dalam Pilres 2019 yang tentu saja akan bertarung dengan Pak Jokowi, ini tentu berbahaya karena Anies-Sandi pasti akan konsolidasi guna memenangkan Prabowo jika nanti terpilih menjadi pemimpin DKI. Ada hal lain yang menjadi sandungan juga apabila Anies-Sandi yang terpilih antara lain menurut penulis adalah program yang selama ini berjalan baik antara Jokowi dan Basuki tidak akan terjadi di era Anies-Sandi, kalau perlu menurut penulis Anies-Sandi akan melakukan segala cara untuk menghambat program pemerintahan Jokowi agar tingkat kepuasan masyarakat turun terhadap pemerintah pusat sehingga Prabowo akan dengan mudah melenggang ke Istana Merdeka.

Jadi, jika ingin Jokowi kembali memimpin negeri ini, maka DKI harus di pimpin Basuki kembali, itu poin utamanya. Jokowi dan Basuki adalah satu “paket” tak bisa dibelah atau tak bisa dipilah, rasanya sangat tak rasional kalau pemilih atau simpatisan Jokowi tidak memilih Ahok-Djarot dalam Pilkada ini, selain satu gerbong yaitu sama-sama diusung oleh PDI-P, mereka berdua juga sudah cukup terbukti berhasil membawa perubahan untuk bangsa, meski memang harus diakui masih banyak pekerjaan yang belum selesai.

SEWORD KURA KURA
BY SACA WIJAYA ON FEBRUARY 24, 2017



Demikianlah Artikel ALASAN LENGKAP MENGAPA AHOK HARUS MENANG !!! - BAGIKAN

Sekianlah artikel ALASAN LENGKAP MENGAPA AHOK HARUS MENANG !!! - BAGIKAN kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel ALASAN LENGKAP MENGAPA AHOK HARUS MENANG !!! - BAGIKAN dengan alamat link https://solusisuksespemula.blogspot.com/2017/02/alasan-lengkap-mengapa-ahok-harus.html
loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : ALASAN LENGKAP MENGAPA AHOK HARUS MENANG !!! - BAGIKAN

0 comments:

Post a Comment